Tags

, , , , , ,

Tanya jawab adalah proses dialog antara seseorang atau sekelompok orang yang mencari informasi dengan orang yang memberikan informasi.


Tujuan dari tanya jawab adalah mengadakan aliran informasi yang penting dan lugas. Penanya mengharapkan jawaban yang jelas dan lugas, tidak berbelit-belit.

Salah satu dalam jenis tanya jawab yang penting adalah Interview. (yang lain tidak digunakan secara umum)

Interview

Interview adalah dialog antara seseorang / peliput berita dengan seseorang/ ahli / tokoh ter¬kemuka mengenai masalah-masalah aktual atau masalah-masalah khusus yang menarik. Semua orang mempunyai kesempatan untuk mengadakan interview.

Materi dari Interview adalah segala sesuatu yang imformatif sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan individu, orang lain, bahka dalam bentuk lain.. Singkatnya, segala sesuatu yang dapat menjadi cumber informasi atau sikap.

A. PERSIAPAN INTERVIEW

Supaya dapat membuat interview yang baik dan terarah perlu:

1. Siapkan tema interview

Orang yang bertanya harus menguasai pokok-pokok yang menjadi bahan interview. Sebaliknya, orang yang ditanya harus menguasai tema tidak hanya secara garis besar, tetapi juga secara mendetil.

2. Cari pribadi yang akan diinterview

Cari keteragnan pribadi tersebut

Sampai ditingkat ini, seorang interviewer harus menguasai betul tema danketerangan-keterangan mengenai pribadi yang akan diinterview dan mengenai tema interview.

Pertanyaan pertama harus direncanakan secara teliti, dalam arti harus dirumuskan dengan bahasa yang baik dan jelas dan diucapkan dengan wajah yang ramah, sehingga dapat menciptakan suasana clan relasi yang baik dengan orang yang diinterview. Antara pertanyaan dan jawaban harus ada hubungan yang konsekuen dan logis. Jawaban yang menyimpang hendaknya ditanggapi secara cepat sehingga orang dapat merumuskan pendapatnya secara lebih tepat. Satu ketentuan dasar yang perlu dipegang dalam mengadakan interview adalah:

“Orang yang ditanya harus mengemukakan pendapat dan sikapnya.

“Orang yang bertanya harus merumuskan jawaban se¬cara tepat dan benar!”

B. ATURAN INTERVIEW

1. Penanya harus mengenai pribadi yang ditanya secara tepat (nama, keahlian dan jabatannya).

2. Penanya hendaknya memperhatikan jalan pikiran atau hubungan logis antara pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan. Adalah kurang baik mengemukakan banyak pertanyaan yang tidak ada hubungan satu dengan yang lain.

3. Untuk tema dan situasi tertentu, sebaiknya penanya memberikan kuisioner kepada orang yang ditanya sebelumnya, sehingga dia dapat menyiapkan diri secara teliti. Di lain pihak seorang pemimpin seharusnya selalu bersedia untuk menghadapi interview.

4. Karena hasil interview itu direkam atau ditulis secara stenografis, maka sebelum dipublikasikan sebaiknya orang yang ditanya membaca hasil rangkuman sekali lagi. Dengan cara ini dia dapat mengoreksi kesalahan rumusan dari apa yang dikatakannya.

Teknik Bertanya

“Siapa yang berbicara banyak, berbicara sendiri“

A. FUNGSI PERTANYAAN

Suatu pembicaraan yang bermakna selalu merupakan hasil dari dialog, sebagai satu proses yangberjalan atas pertanyaan dan jawaban, bukan karena salah satu pihak berbicara sendiri! Pertanyaan adalah impuls untuk mengaktifkan. Pertanyaan membantu untuk menjajagi, mendirigasi dan mempengaruhi pendapat. Pertanyaan pada hakikatnya juga alat untuk memberi sugesti dan dalam hal tertentu memiliki daya paksaan.

Apabila anda melemparkan sebuah bola kepada penjaga gawang, maka dia akan langsung menangkapnya. Ucapkan satu pertanyaan kepada sahabat anda, maka dia akan menjawabnya! Oleh karena itu pertanyaan adalah alat untuk mengaktifkan, alat untuk memberi su¬gesti, alat untuk membakar semangat, kunci untuk melonggarkan tekanan, sarana untuk membangun inisiatif dan mesin untuk men¬dorong komunikasi antarmanusia.

B. 12 PERTANYAAN MEMULAI

Ada dua belas pertanyaan yang dapat membantu setiap orang untuk memulai suatu dialog. Orang dapat bertanya:

1) Tentang masalah-masalah umum.

2) Tentang hal-hal khusus sampai sekecil-kecilnya.

3) Tentang pendapat seseorang.

4) Tentang penilaian seseorang.

5) Tentang keinginan dan kehendaknya.

6) Tentang pengalaman-pengalamannya.

7) Tentang pendidikan seseorang.

8) Tentang gambaran masa depan seseorang.

9) Tentang masalah clan kecemasan hidup.

10) Tentang rekan kerja.

11) Tentang sanak-keluarga.

12) Tentang hobi.

C. JENIS-JENIS PERTANYAAN

1) Pertanyaan Informatif

Siapa yang ingin mengemukakan pertanyaan informatif, me¬merlukan pengetahuan, pengalaman dan bahan sampai sekecil-kecil¬nya. Pertanyaan ini hanya untuk mendapat informasi atau penjelasan.

2) Pertanyaan untuk Mengontrol

Pertanyaan semacam ini mudah. Yang paling sederhana apabila ditanya: “Bagaimana pendapat anda tentang hal ini?” atau “Apakah anda juga ticlak sependapat dengan saya?” atau “Bukankah itu satu hal yang baik?”

Pertanyaan seperti ini bermaksud mengontrol, tetapi juga mem¬bantu untuk mengalami entah pendengar masih memperhatikan atau masih mendengar.

3) Pertanyaan untuk Menjebak

Pertanyaan jebakan adalah sarana untuk menangkap clan ingin memancing reaksi. Pertanyaan jebakan yang sederhana,

misalnya: “Masih ada pertanyaan?” atau “Aticla ingin mengatakan sesuatu?” atau “Apakah saya berbicara cukup jelas?”

Pertanyaan-pertanyaan ini dilontarkan apabila para pende¬ngar tidak memberikan reaksi.

4) Pertanyaan untuk Mengaktifkan

Pertanyaan-pertanyaan ini dilemparkan supaya pendengar merenungkannya. Beberapa contoh:

Bagaimana sikap anda 8 tahun lalu?

Saya bertanya kepada anda sekalian…

Anda sekalian akan bertanya…

Adakah seorang, yang ingin bertanya?

Andaikan juga muncul pertanyaan, biasanya muncul agak ter¬lainbat. Bagaimanapun juga pertanyaan ini meningkatkan aktivitas secara spontan.

5) Pertanyaan Socrates

Socrates – penentang kaum Sofis – mengajarkan kepada murid¬muridnya pertanyaan untuk mengiakan. Pertanyaan ini dikemukakan sedemikian rupa, sehingga jawaban yang diberikan hanya “Ya”. Be¬berapa contoh:

Saya tahu pasti, bahwa anda juga setuju…

Anda tentu setuju dengan pendapat kami…

Pasti anda juga ingin bahwa…

Pasti anda juga merasa senang dengan ini…

6) Pertanyaan Retoris

Pada zaman keno, kaum Sofis wring menggunakan pertanyaan retoris ini. Pertanyaan-pertanyaan ini kurang lebih bersifat sugestif dan tajam, digunakan untuk memutarbalikkan pendapat atau men¬jadikannya tidak jelas; dapat membuat orang lain menjadi bodoh. Contoh:

Adakah seorang di sini, yang berani berpendapat.

Ini ada satu pertanyaan untuk anda, yang pasti tidak bisa dijawab dengan “Ya”.

7) Pertanyaan yang Ofensif

Pertanyaan ini dipraktekkan dalam bidang politik, ekonomi dan industri; juga dalam hubungan dengan luar negeri. Beberapa contoh:

Apa pertimbangan anda dalam mengambil keputusan untuk Firma?

Kepada siapa di antara kami, anda tidak lagi menaruh kepercayaan?

Apakah ada dasar, mengapa anda menjadi tidak per¬caya?

Bolehkah saya bertanya, apakah keberatan ini ditujukan kepada saya pribadi?

8) Pertanyaan untuk Membuka Masalah Baru

Pertanyaan semacam ini untuk menawarkan atau memulai pokok atau masalah pembicaraan yang barn.

Misalnya:

“Apakah sebaiknya kita lebih dahulu berbicara tentang harga?”

Pertanyaan ini akan mendorong lawan bicara untuk mengambil sikap.

9) Pertanyaan untuk Menutup Pembicaraan

Pertanyaan ini bertujuan, entah sadar atau tidak, untuk menutup suatu pembicaraan. Misalnya:

“Bolehkah sebagai penutup, saya menambahkan bahwa…”

10) Pertanyaan Alternatif

Dengan pertanyaan ini, orang menawarkan lebih banyak kemungkinan dan jalan baru. Tetapi jumlah pertanyaan alternatif tidak boleh lebih dari tiga. Sering kali pertanyaan alternatif mendorong orang untuk cepat mengambil keputusan. Unsur yang penting dalam rumusan pertanyaan alternatif adalah “atau”.

11) Pertanyaan Balik

Sebenarnya tidak sopan apabila orang mengemukakan pertanyaan balik atas suatu pertanyaan. la akan menimbulkan tekanan psikologis pada orang yang bersangkutan. Ini dapat menimbulkan rasa heran atau rasa tidak senang. Orang harus berhati-hati apabila berhadapan dengan orang yang pintar dan berpikir dialektis. Pertanyaan ini memaksa orang pertama yang mengemukakan pertanyaan untuk memberi jawaban.

12) Pertanyaan yang Mendirigasi

Dirigen orkes mendirigasi setiap pemain musik untuk mencip¬takan satu keharmonisan bunyi yang dapat menyenangkan semua orang. Pertanyaan yang mendirigasi umumnya menggaris bawahi, memperlunak, mendorong dan karenanya menentukan banyak arah. Pertanyaan-pertanyaan ini bermaksud mengarahkan pembicaraan atau diskusi ke suatu sasaran yang sudah digariskan sebelumnya.

13) Pertanyaan Provokatif

Sesuatu yang bersifat provokatif itu menantang, dan dapat ter¬jadi bahwa pertanyaan provokatif yang menantang ini membawa efek negatif. Rasa bimbang, tidak percaya atau heran dapat kelihatan de¬ngan jelas. Contoh: “Anda yakin bahwa Anda benar?” Atau “Anda sen¬diri yakin akan pendapat ini?”

14) Pertanyaan untuk Membuka Pembicaraan

Orang dapat langsung mengemukakan pertanyaan pada awal pembicaraan atau suatu pidato. Efeknya sangat dinamis, sebab pem¬bicara dan lawan bicara akan langsung berpikir. Efek psikologisnya juga besar. Seorang penasihat, penjual dan pembicara harus menge¬nal mentalitas pendengarnya. Oleh karena itu jangan melambungkan cita-cita terlalu tinggi pada awal pembicaraan. Mulailah dengan ber¬tanya!

Teknik bertanya adalah sarana untuk menyerang, untuk me¬nimbulkan inisiatif dan sebagai petunjuk dalam dialog. Suatu pertanya¬an yang terarah baik, sering sudah menghasilkan setengah jawaban.

Lebih banyaklah bertanya daripada berbicara!

sumber :  Retorika : Terampil berpidato-berdiskusi, beragumentasi, bernegosiasi

Deri Wuwur Hendrikus